“Aku ingin mengajak Keylo jalan-jalan.” Venny berujar sambil menatap Willy yang kini bersedekap d**a memperhatikannya dengan seksama. Lelaki itu sedikit menaruh kecurigaan namun ia berhak membiarkan Venny untuk lebih mengenal dengannya. “Apakah boleh?” Willy terdiam sebelum bertanya, “Bagaimana jika dia menolak?” “Katakan saja aku pergi bersama Alea. Puteramu tidak akan menolak,” gumamnya ragu dan terpaksa membawa nama Alea karena Venny tahu bahwa Keylo tidak akan suka jika hanya pergi berdua dengannya. Lelaki kecil itu pasti akan menolak dan dengan membawa Alea, Keylo pasti dengan senang hati mengikutinya. Namun, ia harus melewati sang ayah yang kini menginterogasinya seakan dia adalah penjahat dengan pencarian nomor 1. “Alea? Apa hubunga

