“Maafkan saya,” “Maaf tidak akan mengubah yang telah kau lakukan, Alea!” Willy sama sekali tidak menerima permintaan maaf Alea. Ia justru duduk berhadapan dengan gadis itu di sofa single. “Aku mengajukan persyaratan itu supaya aku tidak salah dalam memilih istri, Alea. Karena untuk menjadi ibu dari seorang duda yang sudah memiliki anak sepertiku, tidak akan mudah.” “Venny akan melakukan yang terbaik!” seru Alea cepat dan bersemangat. “Dia akan menyayangi Keylo sepenuhnya. Aku—” “Apa kau tidak mengerti, Alea? Istri yang kucari tidak hanya untuk menjaga dan mendidik Keylo,” nadanya berubah rendah. Menatap Alea begitu seduktif. “Tapi, juga untuk melayaniku!” Willy menyipitkan matanya. “Apa sekarang kau mengerti?” Alea mengangguk paham seraya berdiri hendak pamit. Terlalu lama disini membu

