Bandara begitu padat dipenuhi oleh orang-orang yang berlalu lalang setiap jamnya. Pun dengan Alea yang kini memeluk ayahnya erat untuk mengucapkan salam perpisahan sementara. Ia tahu, ini adalah kesempatan terakhirnya untuk kembali ke London hingga lulus kuliah dan setelahnya, Alea akan tinggal kembali bersama sang ayah dan juga kakaknya untuk selamanya. Melepaskan pelukan ayahnya, Alea kembali melirik sang kakak yang sejak tadi dilirik oleh para wanita yang melewatinya. Bahkan, ada yang tidak malu untuk sekedar ‘Say hai’. Osvald bergerak mendekati adiknya sebelum memeluknya erat, hangat, dan pastinya membuat Alea begitu nyaman. “Take care, Princess. Selalu kabari aku dan janga menyusahkan Papa dengan bertindak bodoh tanpa pengawasan kami.” Memutar bola matanya malas, Alea lalu mengang

