Aula besar mansion keluarga Adrianno dipenuhi suasana tegang. Lampu kristal menggantung tinggi di langit-langit, memantulkan cahaya dingin ke wajah Tuan Adrianno yang kini memerah karena amarah. Di tengah ruangan, Angela duduk dengan wajah pucat. Hukuman yang dijatuhkan Rafael membuatnya kehilangan banyak hak dan kekuasaan di keluarga itu. Para pelayan dan pengawal berdiri di sudut ruangan, tidak berani bersuara. Pintu aula terbuka keras. Rafael masuk dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Jas hitamnya rapi, wajahnya dingin seperti biasa. Begitu melihatnya, Tuan Adrianno berdiri dari kursinya dengan kasar. “Rafael!” bentaknya. “Bagaimana kau bisa melakukan ini pada Angela?! Dia istri ayahmu!” Suasana menjadi semakin sunyi. Rafael berhenti beberapa langkah dari ayahnya. Tatapanny

