Malam Pertama

1213 Kata

Lampu-lampu taman menyala terang, kembang api mulai menghiasi langit malam. Para tamu bersorak dan musik pesta mulai dimainkan. Namun di kejauhan, dari balkon mansion tua keluarga Adrianno, seorang pria tua berdiri memandang ke arah pesta itu dengan wajah keras. Tuan Adrianno. Tatapannya dingin. “Dia benar-benar menikahi gadis itu…” gumamnya. Meski marah, ia tidak bisa menghentikan keputusan anaknya. Di taman yang dipenuhi cahaya dan tawa itu, Rafael memeluk Aruna dengan satu tangan di pinggangnya. “Sekarang kau tidak bisa kabur lagi dariku,” bisiknya pelan. Aruna tersenyum gugup namun bahagia. “Memangnya aku mau kabur ke mana lagi?” Rafael tersenyum tipis. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya yang penuh kegelapan, Rafael merasa menemukan rumahnya—dalam diri Aruna. Malam telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN