Tuan, Nyonya, ini pesanan anda."Pramugari di jet tersenyum manis pada Rafael. "Heumm, tunggu!"Rafael mencegah kepergian wanita seksi tersebut. "Ayo ke kursi belakang,"Rafael berdiri dari kursinya berpindah ke belakang. Aruna merasa sedikit bingung dan ada perasaan seperti dicampakkan Rafael. "Baik tuan, mati."Pramugari tersebut merasa menang dari Aruna.Dia melirik sambil tersenyum bangga. Sesampainya di kursi belakang, Rafael tak diduga meminta wanita itu duduk di hadapannya. "Duduklah temani aku minum." "Apa?" Aruna hanya menatap jendela. Dia tak terasa meneteskan air mata. Lemon tea hangat yanh dipesannya, enggan dia minum, rasanya tenggorokannya pahit saat ini. Kepalanya terasa panas. Akibat sikap Rafael pada Pramugari tersebut."Sedang apa mereka?" Aruna mengernyitkan keningny

