Malam di Maldives yang seharusnya indah itu berubah menjadi sunyi dan menekan. Di dalam villa, Aruna berdiri sendirian. Meja makan yang tadi hangat kini terasa dingin. Bayangan Rafael yang pergi bersama Brittany terus berputar di kepalanya. Perlahan, ia menarik napas panjang. “Aku hanya ingin… menenangkan diri sebentar,” bisiknya. Tanpa berpikir panjang, Aruna mengambil shawl tipis, lalu keluar dari villa. Ia berjalan menyusuri jalan setapak resort yang remang, hanya diterangi lampu-lampu kecil di sisi jalan dan cahaya bulan di atas laut. Langkahnya pelan… hatinya berat. Suara ombak terdengar samar, tapi tidak cukup untuk menenangkan kegelisahannya. “Mungkin aku terlalu jauh berharap…” gumamnya lirih. Ia terus berjalan… tanpa sadar semakin menjauh dari area utama resort. Hingga—

