Di ruang kerjanya yang gelap, hanya cahaya lampu redup yang menerangi wajahnya. Jas hitam kembali melekat sempurna di tubuhnya. Di tangannya, segelas whiskey berputar perlahan. Reno berdiri di depan meja, membawa laporan. “Bos… semua bisnis sudah kembali berjalan normal. Tapi… ada beberapa klan yang mulai berani bergerak lagi.” Rafael tidak langsung menjawab. Matanya menatap kosong ke depan. Lalu— “Habisi.” Satu kata. Dingin. Tanpa emosi. Reno menelan ludah. “Semua, Bos?” Rafael akhirnya menoleh. Tatapannya tajam… seperti tidak mengenal belas kasihan. “Jangan sisakan siapa pun yang mengganggu wilayahku.” Itu bukan lagi Rafael yang ragu. Itu adalah Rafael Black yang ditakuti semua orang. Malam itu, klub malam miliknya kembali dipenuhi wanita, musik keras, dan alkohol. Rafae
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


