Malam itu pertama kalinya mereka menikmati kehangatan laksana kekasih yang sedang jatuh cinta. Kini tanpa paksaan. Rafael hampir tidak bisa menahan diri. "Tunggu, aku...Belum siap. Jika kita melakukan itu,"gumam pelan Aruna. Mendorong pelan d**a Rafael. "Maaf, tapi...Aku biasa melakukannya dengan wanita lain, denganmu aku tidak bisa menahan diri." "Maksudku, aku mau jika kita sah sebagai pasangan."Aruna dengan suara terbata. "Menikah?Baiklah, ayo kita menikah."Rafael dengan ekspresi bahagia. "Tttapi...itu..." Aruna terlihat gugup, dia menggigit jarinya. Rafael menarik pelan tangan Aruna. "Ayo, ikut aku." Aruna mengikuti langkah Rafael. Dan saat tiba di taman belakang, tiba-tiba cahaya lampu taman berganti lampu hias kelap kelip. "Waahhh indah sekali."Aruna terbelalak melihat tama

