Edo terdiam di tempat saat mendengar suara Jonathan, Andin tidak tinggal diam, buru-buru ndorong tubuh kekar Edo ke belakang, merapikan kembali penampilannya yang sempat berantakan akibat ulah iseng Edo. “Eh … Om. I—itu …” Sumpah, kali ini Andin malu bukan main. Gimana pendapat Om Jonathan nanti tentang dirinya. Ini semua gara-gara Edo yang keterlaluan. Jonathan mengangkat satu tangannya, memberikan isyarat kepada Andin untuk diam. Jonathan menatap tajam Edo. “Kamu kelewatan Edo, berapa kali Daddy bilang, jaga sikap!” ucap Jonathan tegas. Namanya juga Edo, dia mana takut sama ancaman Daddynya, sekarang malah pasang wajah cengengesannya, bener-bener ngeselin. “Cuman dikit, Dad! Apa salahnya nyipok cewek sendiri!” Karena saking gemasnya dengan ucapan Edo, Andin main jambak aja rambut Edo,

