Edo masih nggak sadar dengan posisi anehnya. Dia terus menatap Andin tanpa kedip. “Itu beneran kamu, Yang …” lirih Edo. Risky yang masih meluk Edo, ikut kaget juga dengan kedatangan Andin di kamar Edo, karena nyawanya seratus persen belum ngumpul, di kiranya dia sedang bermimpi. “Apa gara-gara gue tidur di sini, Andin ampe pergi ke mimpi gue,” ucap Risky kek orang oon. Edo mengernyit, itu artinya dia nggak sedang mimpi. Tapi tunggu! perut dia kek terasa terganggu, Edo menoleh kearah perutnya, terkejut saat melihat tangan Risky melingkar erat di perutnya. “Kyaa …! Anjing lo!” teriak Edo. Balik badan, langsung nendang Risky yang masih meluk dia, sumpah tuh anak kejam banget, bukan cuman Risky yang jatuh dari ranjangnya, Febian juga ikut terjatuh. “Bangke lo, nyet! kalau gue encok gimana!

