Datang Juga

1028 Kata

Kediaman Lusi Andin terbangun saat tiba-tiba saja ponselnya berdering. Sebuah panggilan telepon dari papanya membuatnya terjaga. Buru-buru Andin mengangkat panggilan telepon itu. “Hallo, Pa. Ada apa?” “Kamu udah bangun?” “Udah, kenapa?” “Edo terluka, katanya Joshua parah.” “Hah! tadi malam baik-baik aja.” “Iya karena dia nggak mau kamu khawatir.” “Papa jangan kasih tau ini ke Mama ya …” “Nggaklah, emang Papa mau … tidur di luar terus.” “Hehehe … Papa emang yang terbaik, ya udah. Andin mandi dulu, terus pergi ke rumah Edo.” “Jangan lupa pamitan sama Papa.” “Sip!” Dasar Andin, saking cemasnya, dia main tutup aja panggilan telepon dari Papanya. Tanpa berpikir dua kali, Andin langsung bergegas menuju kamar mandi, membersihkan diri dulu sebelum dia berangkat ke rumah Edo. Nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN