“Nggak! sekali bilang nggak, ya … nggak! ngerti!” Joshua kesal juga dengan tingkah Edo yang menurutnya keterlaluan. Edo menghela nafas, sengaja membalikkan badannya dengan posisi terlentang, nggak peduli Daddynya yang lagi ngompres lukanya. Joshua geleng kepala, Edo menggemaskan banget kalau lagi dalam mode merajuk. “Miring lagi!” perintah Joshua. Edo hanya melirik Daddynya. “Nggak perlu, biar kek gitu aja, toh aku nggak perlu genggsi lagi gara-gara luka ini,” ucap Edo asal. “Keknya harus dipaksa nih!” ucap Leo tiba-tiba. Febian dan Risky ikut maju. Edo menatap tajam kearah mereka. “Awas aja kalaian berani maksa gue!” ancam Edo. “Sayang! itu bisa infeksi lukanya!” ucap Joshua tiba-tiba. Risky, Febian, dan juga Leo saling pandang. Rasanya geli aja Om Joshua panggil Edo ‘Sayang’. Sumpa

