“Mama, kenapa kau sampai hati mengatakan semua hal itu padaku? Apakah kau tidak menganggapku sebagai putramu lagi? Harta dan warisan, apa semua ini ma? Jadi selama ini kau memisahkan semua harta dan warisan? Bukankah selama ini semua itu adalah milik kita bersama? Aku tidak pernah berpikir kau akan mengatakan itu dan seakan menganggapku orang lain. Mama, sekarang katakan padaku apakah kau masih menganggapku putramu?” ibu Gio tidak menjawab, dia sudah terlanjur kecewa tapi Gio adalah putranya sampai kapan pun. Putra kesayangannya, kebanggaannya meskipun sekarang putranya ini sudah berani membantah keinginan mereka. Tapi melihat betapa terpukulnya Gio dengan ucapannya, mungkin dia bisa menggunakan kesempatan itu untuk meminta putranya agar bertunangan dengan Yuna, pilihan mereka. Memang t

