Wajah Diana berubah menjadi pucat pasi, jantungnya bergemuruh menahan syok dan ketakutan saat melihat orang yang menyapanya itu. Mata tajam pria itu seakan menusuk jantung Diana. Berjalan perlahan menuju ke arahnya dengan seringainya yang menakutkan. Diana hanya bisa menelan ludah menahan rasa takut dan tegangnya, apa yang dilakukannya di sini? Bukannya dia sudah mendekam di penjara, kenapa bisa dia bisa berada di sini sekarang? Semua pikiran itu hanya bisa tertahan di tenggorokannya yang tiba-tiba mengering. “Kau pasti sangat merindukanku, kan? Dan apa yang kau lakukan padaku, Diana?kenapa kau mengirimiku surat perpisahan? Apakah kau ingin meninggalkanku? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku walau apa pun yang terjadi?” ucap Bima sambil mulai melangkah menghampiriny

