Musibah 2

1132 Kata

“Kau bisa berteriak sepuasmu, itu malah semakin membuatku b*******h. Kali ini kau harus mau melayaniku dan memenuhi kewajibanmu sebagai istri. Selama ini aku tidak pernah menyentuhmu , dan hari ini lah saatnya aku meminta jatahku kembali, sayang.” Ucap Bima sambil menyentuh wajah Diana dan mengelusnya dengan lembut. Setelah mencengkeramnya kasar. Diana hanya bisa menggelengkan kepalanya dan beringsut sampai ke sudut ruangan, dia benar-benar tidak sudah tidak berdaya. Kedua tangannya sudah terikat, membiarkan mulut Diana berteriak karena semakin wanita yang ada di depannya ini melawan dan berontak, semakin terbakar gairahnya dan juga penyiksaannya terhadap sang istri yang malang itu. “PLLAAKK..!” Suara tamparan mendarat di wajah Diana yang masih berusaha menghindari Bima. pria itu ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN