"Dan, Ardan. Kenapa ya hujan turun dari langit?" tanya Abel lempeng. Ardan yang tengah duduk di samping Abel sontak langsung menatap Abel tidak habis pikir. Gadis itu tengah duduk di kursi taman, tepatnya di samping Ardan. Kakinya berselonjor ke rumputan sedangkan tatapannya mengarah pada langit yang mulai mendung. Ardan keheranan mendengar pertanyaan Abel. Nanya kok yang aneh-aneh saja? Sesuatu yang sudah pasti jawabannya. Bahkan anak sekolah dasar saja tahu bagaimana hujan berproses. "Lo tau gimana proses hujan? Kalau lo merhatiin pas guru lagi ngajar, lo pasti tau itu udah diajarin dari lo SD atau SMP. Inget?" "Enggak." Abel menggeleng, "gue paling males kalau disuruh nginget sesuatu yang rumit-rumit. Bikin otak gue ngebul." Ardan mendengkus. Memang Abel sekali. "Ya, singkatnya.

