“lo yakin kerja ditempat itu?” Tanya Melano sambil mengeryitkan kening tidak percaya. Airin mengangguk sambil mengenakan topi pak taninya. Melangkah masuk kedalam area persawahan yang tergenang air lumpur. “ini memang pekerjaan warga kampung sini mas om, sembari belajar juga Airin.” Jelasnya sambil mulai bekerja menanam padi. Bisa disebut juga dengan tandur. Mealno hanya mengawasi Airin dari kejauhan sambil sesekali mengusap keningnya, sungguh ia tidak percaya dengan apa yang airin kerjakan saat ini. Harusnya wanita itu mau diajaknya balik kekota, setidaknya ia bisa memberi pekerjaan yang layak untuknya. “ck! Dasar keras kepala.” Dengusnya sambil merebahkan tubuhnya dipondok yang biasa disediakan untuk beristirahat. “coba lo mau sama gue butet! Gue bakal janjiin masa depan cerah bua

