“apa kau gila hah?” Dan inilah masalah besar yang sungguh harus Melano hadapi dengan kepala dingin, ia menerima amukan besar dari sang ayah. Sambil terus mencoba menghindar dari serangan barang yang ayahnya lempar kepadanya. Melano hanya bisa diam tanpa bisa membela diri, karena mamang inlah salahnya. “kau menghancurkan bisnisku dalam sekejab bodoh!” teriak sang ayah yang masih Nampak murka. “dad aku hanya—“ “hanya membantu teman? Oh ayolah bodoh! Apa kau tidak memikirkan aku hah? Aku ayahmu, yang membesarkanmu sendirian tanpa adanya teman yang membantuku saat itu.” Melano mengangguk menyesal, namun seketika ia memekik kesal saat sang ayah melempar gelas tepat dikepalanya. “dad.” “apa kau? Kau mau marah hah? b******n dasar kau! Anak tidak tau diuntung..” Ricard Anderson Nampak

