“bukankah ini baju semalam?” Melano menatap tampilan dirinya didepan cermin, lalu mengangguk. “tidak biasanya kau berpenampilan apa adanya seperti ini.” Ucap Calvino lagi. Melano mengembuskan nafasnya kasar lalu menatap sendu Delano dan Airin yang tengah duduk diantara karyawan-karyawan green word. “daddy mengusirku.” Calvino yang tengah menyeruput kopinya tiba-tiba saja tersendak, menatap horor kearah Melano. “apa karena mereka?” Melano mengherdikkan bahunya. “entahlah! Yang pastinya daddy marah besar karena aku menghancurkan usahanya yang sudah ia bangun dengan perusahaan legal Wiilam.” Calvino menggelengkan kepalanya lalu meletakkan cangkir kopinya. “jika aku menjadi ayahmu aku juga akan melakukan hal yang sama. Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?” “mungkin berdiam di

