Lagi! Untuk kesekian kalinya Delano terbangun tanpa adanya Airin disampingnya. Diliriknya jam yang menempel dibilik kayu kamarnya. Sambil mendengus ia menegakkan tubuhnya lalu segera manapakkan kakinya kelantai. Ia ingin melihat tempat Airin tidur setiap malamnya dan ia ingin tahu kenapa istrinya begitu menghindarinya setiap malam? Apa Airin masih belum siap tidur berdua bersamanya? Bahkan Delano benar-benar sudah menahan diri untuk tidak menyentuh Airin terlalu jauh hanya sebatas ciuamn dan sedikit rabaan tentunya selebihnya tidak sama sekali, bukan karena ia tidak ingin namun lebih memilih menghargai prifasi istrinya. Mungkin wanita itu belum siap untuk melepas masa gadisnya. Apapun keputusan Airin, Delano akan tetap menghargainya. Delano berjalan mengendap-ngendap, bukan karena ia tak

