“apa kalian bahagia?” Airin dan Delano menghentikan makannya lalu menatap Elora. “tentu saja kami bahagia.” Jawab keduanya. “meski kalian tidak ada uang?” Delano meminum habis air mineral yang ada didepannya. “lo pikir gue sama istri gue kekurangan duit?” Elora tersenyum hambar, ia merasa bersalah sudah menanyakan hal itu. “bukannya begitu! Gue kan Cuma Tanya saja. Gue! ada duit banyak teman tetapi kok malah enggak merasa bahagia sama sekali.” Delano dan AIrin saling berpandangan lalu mengalihkan perbincangan yang mulai tidak menarik ini. “kayaknya udah makin sore. Ayo pulang! Bukannya besok kamu udah sibuk sama pak tukang yang mau membetulkan rumah kita?” Airin mengangguk lalu segera merapikan daun yang selelsai mereka gunakan untuk alas makan mereka. “yuk! Uda beres semua

