Om Burhan
"Mikayla ini foto om Burhan dia salah satu anggota dewan dan punya banyak uang. sepertinya dia tertarik kepada kamu pada pandangan pertama pada pesta tadi malam." Ucap Celine sembari menunjuk kan sebuah foto di ponsel nya kepada Mikayla.
"Lalu bagaimana mbak? Tidak mungkin Mikayla bersama om-om yang seumuran dengan ayah Mikayla bahkan mungkin lebih tua." Jawab Mikayla.
"Lho apa yang tidak mungkin Mikayla, semua nya mungkin di dunia ini apalagi jika uang yang bicara. Ini kesempatan emas Mikayla jika kamu memang ingin cepat kaya raya dan membalas kan dendam mu." Ucap Celine.
"Ahh tidak mbak, om-om ini pasti sudah beristri." Tolak Mikayla.
"Iya dia memang sudah beristri, tapi kau tau kan laki-laki di uji saat dia punya segalanya. Dia pasti butuh daun muda untuk menikmati hidup ini dan Kau bisa jadi simpanan om Burhan dan dengan begitu kau bisa mendapatkan banyak uang dengan cepat." Kata Celine.
"Ahh tidak mbak, itu namanya Mikayla jadi pelakor dong?" Tolak Mikayla.
"Hahaha, Mikayla Mikayla, jika kamu ingin mendapatkan uang secara instan iya begini lah caranya kamu harus siap menjadi simpanan Om-om kaya raya. Manfaat kan kecantikan kamu." Ujar Celine mencoba memberikan pandangan kepada Mikayla.
"Jangan naif Mikayla, hidup ini butuh uang dan jika kamu cantik maka manfaat kan kecantikan mu selagi bisa." Ujar Celine.
Mikayla terdiam, hati kecil nya merasa berat menerima tawaran Celine, namun benar kata Celine jika dia ingin membalas kan dendam nya dia harus mengorbankan semua nya. Seperti kata pepatah jika ingin mendapatkan sesuatu harus mengorbankan sesuatu.
"Lagian kamu sudah terlanjur sejauh ini Mikayla, jangan tanggung-tanggung harus basah. Dan kalaupun kamu ingin menjadi publik figur ini akan memakan waktu yang cukup lama, sedang kan kau hanya tamat SD tidak punya orang dalam. Kau kira menjadi publik figur itu hal yang gampang? Kau harus punya modal, orang dalam dan pengalaman." Celine mencoba menyadarkan Mikayla.
"Tapi mbak...." Mikayla belum sempat melanjutkan kata-katanya sudah di potong Celine.
"Apa kamu mau kehilangan rumah peninggalan ibu kamu? Karena terlalu lama mencari uang dan rumah nya di sita dan di lelang?" Tanya Celine.
Mikayla menggeleng, dia benar-benar bingung sekarang.
"Mikayla percaya deh sama mbak, mbak hanya sayang dan kasihan kepada kamu. lagian menjadi simpanan tidak buruk kok, mbak sudah hampir 3 tahun menjadi simpanan Om-om kaya dan semua nya baik-baik saja selama kita bisa pandai bermain. " Celine mencoba meyakinkan Mikayla.
"Jika memang cita-cita kamu ingin jadi publik figur, iya ini juga bisa jadi salah satu jalan nya. Kamu bisa mulai jadi seleb gram, namun semua nya butuh modal kamu harus punya Ponsel yang bagus, barang-barang mahal dan bermerek yang membuat para penonton kamu menjadi tertarik kepada kamu Mikayla." Sambung Celine.
Mikayla masih diam saja, benar kata Celine dia harus rela mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Lagian dari kemaren dia mencoba ikut audisi model dia selalu gagal karena minim pengalaman dan tidak punya pendidikan.
Namun Mikayla kembali menatap Celine, wanita cantik dengan hidup mewah tanpa bekerja hanya memberikan servis di ranjang. Dapat menikmati hidup menggunakan barang-barang mewah dan hidup bahagia.
Mikayla mulai terbuai dengan kehidupan duniawi, jujur saja sebenarnya dirinya sudah lelah bekerja dan hidup miskin. Dan kini ada kesempatan berlian di hadapan nya, dia juga harus melunasi hutang-hutangnya. Setelah memikirkan semua nya dengan matang akhirnya Mikayla memutuskan menerima tawaran Celine. Walaupun Mikayla tau apa konsekuensi yang harus dia terima nanti nya.
"Wahh gitu dong Mikayla, Gadis pintar. Yasudah yuk kita ke salon, nanti mbak pilihkan baju terbaik untuk mu. Malam ini kamu dinner dengan om Burhan ya." Ucap Celine dengan senyum di wajah nya.
Mikayla hanya mengangguk.
Mereka pun segera ke salon langgang Celine, lalu Celine mengabari om Burhan tentang dinner nya dengan Mikayla. Tentu saja om Burhan langsung tersenyum bahagia karena dia memang tertarik melihat kecantikan Mikayla sejak pertama kali melihat gadis itu.
Setelah beberapa jam di salon akhirnya Mikayla pun selesai di make over, sebenarnya Mikayla sudah cantik dari sana nya, namun karena di make over dan di berikan baju yang pas untuk nya jadi kecantikan Mikayla menjadi bertambah.
Setelah semua nya selesai, Mikayla dan Celine pun pulang ke rumah Celine. Celine pun mencoba memberi kan beberapa tips dan trik kepada Mikayla agar pria terpikat dengan pesona nya.
Setelah semua selesai Celine pun mengabari om burhan dan Om Burhan pun menjemput Mikayla ke rumah Celine untuk membawa Mikayla ke restoran yang sudah di reservasi nya untuk dirinya dan Mikayla.
Om Burhan yang keluar dari mobil tidak bisa berkedip, dia menatap Mikayla dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia benar-benar terpesona melihat kecantikan gadis itu.
"Sempurna." Hanya itu yang terucap dari mulut Burhan.
"Sudah lah om tidak perlu begitu memandang Mikayla, sebentar lagi juga dia bakal milik om kok."ucap Celine yang tau bahwa Burhan terpesona melihat kecantikan Mikayla.
"Hahahah kamu tau saja sayang, terimakasih ya Celine." Ucap om Burhan sambil cengengesan.
Sementara Mikayla yang merasa risih dengan tatapan om Burhan mencoba membuang pandangannya.
"Yasudah berangkat gih om nanti keburu malam, om Aldo juga mau ke sini, Celine juga mau siap-siap dulu."ujar Celine.
"Ohh iya iya sayang," ujar om Burhan yang langsung membuka kan pintu mobil untuk Mikayla.
"Jangan kecewakan mbak ya Mikayla, ingat dendam dan hutang kamu, maka kamu harus melakukan yang terbaik ya." Bisik Celine kepada Mikayla saat mobil om burhan sudah di depan mereka.
Mikayla hanya mengangguk pelan, kini jantung nya sudah tidak karuan lagi. Dia pun masuk ke dalam mobil om Burhan saat om Burhan membuka kan pintu mobil untuk Mikayla.
"Hati-hati ya om, jagain adik Celine." Ujar Celine kepada om Burhan.
"Siap sayang, berikan yang terbaik juga untuk Aldo malam ini." Jawab om Burhan yang ikut masuk ke dalam mobil.
"Aman mah kalau itu om." Sambung Celine.
"Halo kita belum kenalan ya, perkenalkan nama saya Burhan Bambang Santoso." Ucap Burhan sembari mengulurkan tangannya saat dirinya sudah berada di mobil bersama Mikayla.
"Mikayla Anjani Putri om." Jawab Mikayla sembari membalas uluran tangan Burhan dengan gugup.
"Wahh nama yang cantik secantik nama nya, berapa usia mu sekarang cantik?" Tanya om Burhan yang mengelus tangan mulus Mikayla.
"Terimakasih Om, 22 Tahun om." Jawab Mikayla yang merasa risih dan akhirnya menarik tangan nya dari genggaman om Burhan.
"Wahh masih muda ya, tapi face mu masih bisa jadi anak SMA." Ujar Burhan yang menyalakan mobil dan mulai melaju kan nya.
"Terimakasih om untuk pujian nya."ucap Mikayla yang semakin merasa gugup.
Namun om Burhan merasa tertantang ketika melihat wajah polos dan sedikit Takut di wajah Mikayla.
Om Burhan pun mulai berbasa-basi untuk mencari kan suasana, namun Mikayla yang masih merasa canggung hanya bisa menjawab pertanyaan ok Burhan.
Om Burhan yang merasa tertantang dengan Mikayla yang terlihat malu-malu akhirnya mengubah rencana nya, dia menelepon seseorang dan menyuruh memudahkan meja makan malam nya ke balkon kamar yang sudah di sewa nya.
Om Burhan merasa tidak sabar ingin memiliki Mikayla seutuhnya, dia tau Mikayla adalah wanita polos.
Setelah sampai di hotel yang di reservasi oleh Burhan dia pun keluar dari mobil bersama Mikayla. Mikayla sempat terpesona dengan kemewahan hotel dia pun mengikuti langkah om Burhan dan masuk ke lift dan menuju kamar milik om Burhan.
Setelah membuka pintu kamar hotel om Burhan mempersilahkan Mikayla untuk masuk lebih dulu. Dengan perasaan campur aduk Mikayla tetap mengikuti semuanya. Dirinya masuk ke dalam kamar dan terpesona melihat keromantisan kamar itu, di mana banyak bunga bertaburan dan lilin di dalam kamar.
Om Burhan pun membuka balkon kamar dan di sana sudah tersedia dua kursi dengan satu meja dengan bunga mawar yang indah serta lilin.
Om Burhan menarik kursi dan mempersilahkan Mikayla untuk duduk, saat mereka sampai di parkiran tadi para karyawan di restoran itu langsung menyiapkan makan untuk mereka tak lupa dua gelas anggur.
"Apa kau menyukai nya nona cantik?" Tanya om Burhan tanya om Burhan saat melihat Mikayla yang begitu takjub melihat sekeliling nya.
Sangat om, Mikayla sangat menyukai nya." Jawab Mikayla jujur.
Dia memang terpesona melihat semua nya, dan merasa istimewa karena di perlakukan sangat baik oleh om Burhan. Dan kini dia bisa dinner romantis di hotel bintang lima dengan view keindahan kota di malam hari yang dapat dia nikmati dari ketinggian.
Angin malam yang sepoi Sepoi mengembuskan rambut Mikayla dan berhasil membuat Burhan kembali terpesona melihat kecantikan Mikayla yang masih fokus menatap indah nya pemandangan kota.
"Ohh iya ayo kita makan malam dulu, nanti makanannya keburu dingin." Ajak om Burhan.
"Iya om." Jawab Mikayla yang memang sudah sedikit lapar.
Mereka pun menikmati makan malam itu, dan setelah selesai makan malam om Burhan mengajak Mikayla menikmati segelas anggur merah.
"Setelah merasa cukup, dan melihat Mikayla Kedinginan karena baju yang dia pakai bagian lengan dan d**a nya terbuka akhirnya om Burhan pun mengajak Mikayla masuk ke dalam kamar.
Awalnya Mikayla merasa canggung karena dia takut hal yang akan dia takut kan akan terjadi, namun sudah sejauh ini dia harus menerima semua nya. Akhirnya Mikayla pun ikut masuk ke dalam kamar hotel. Lalu om Burhan pun menutup pintu balkon dan dia melihat Mikayla duduk di sudut ranjang.