Hatiku sangat sedih melihat wajah Annisa yang jelas terlihat habis menangis. Matanya tetap terlihat sembab dan pipinya memerah walau sudah di tutupi kembali dengan make up. Aku sengaja berpura-pura tidak mengetahuinya agar dia tidak merasa terbebani. Namun aku harus berfikir cepat agar Annisa bisa segera berada disisiku dan tidak tersakiti lagi dengan sikap dan tingkah laku mantan suaminya. Tiba-tiba aku terfikirkan sesuatu yang bisa membuat Annisa dapat berada di sisiku. Aku akan menjadikannya sekretaris dan personal asistenku. Kebetulan sekretarisku mengajukan resign sejak 2 minggu lalu dan aku belum memutuskan penggantinya. Beberapa waktu lalu, sepupu jauhku juga sempat menanyakan pekerjaan dan saat itu aku katakan padanya kalau belum ada lowongan. Apabila Annisa setuju, aku akan me

