bc

Setelah tiga Tahun, Mantanku Jadi Bosku!

book_age18+
171
IKUTI
1K
BACA
contract marriage
boss
drama
bxg
city
stubborn
like
intro-logo
Uraian

Setelah Tiga tahun hubungan mereka hancur oleh sebuah kesalah pahaman, Angel dan Nathan kembali di pertemukan. Sebuah pertemuan tak terduga yang membuat keduanya berakhir di ranjang yang sama. kebersamaan singkat itu membuat Angel hamil. Nathan yang terdesak tuntutan keluarga dan rasa tanggung jawab , menawarkan pernikahan kontrak.Sementara Angel terperangkap antara karier yang baru diraih, masa depan yang mengancam berubah, dan ketakutan akan mengulang luka lama.Mampukah Angel menerima tawaran itu? Atau justru kesalahpahaman masa lalu kembali menghancurkan mereka sebelum kebenaran terungkap?

chap-preview
Pratinjau gratis
🌼1🌼
Desahan Angel, wanita tiga puluh tahun itu, menggema di dalam kamar hotel malam itu. Nathan, pria yang tiga tahun lalu pernah membuatnya patah hati, memeluk pinggangnya dengan erat. Nathan tak berhenti menempelkan bibirnya pada setiap inci kulit Angel, di bahu, di garis rahangnya, di sudut bibirnya memberikan ciuman yang membuat Angel kehilangan orientasi dan lupa cara bernapas. Bukan karena panasnya malam itu, tapi karena kejutan bahwa ia masih menginginkan pria ini. Lebih dari yang ia izinkan dirinya akui selama ini. Entah kenapa malam itu, Angel membiarkan dirinya tenggelam. Membiarkan kenangan tiga tahun terbuka kembali. Membiarkan gengsinya runtuh sedikit demi sedikit. Mereka bertemu lagi setelah tiga tahun putus, di pesta ulang tahun teman kuliah mereka. Hanya reuni biasa. Atau seharusnya begitu. Angel datang dengan niat pulang cepat. Nathan datang dengan tekad untuk bersikap cuek. Tapi tanpa sadar, langkah mereka justru berakhir saling mendekat. Awalnya hanya basa-basi kaku. Lalu sindiran kecil. Lalu lomba minum hingga keduanya kehilangan kesadaran. Hingga akhirnya, langkah mereka yang goyah membawa keduanya ke hotel tak jauh dari pesta itu. “Kenapa kau memutuskan aku?” gumam Angel sambil menarik kerah baju Nathan, membuat wajah mereka begitu dekat hingga ia bisa merasakan napas pria itu. Nathan menahan pinggang Angel dengan mantap. “Bukankah kau yang meninggalkan aku lebih dulu?” Kalimat itu membuat d**a Angel berat. Ia menatap Nathan, tatapan yang dipenuhi rindu, marah, dan penyangkalan yang menumpuk bertahun-tahun. Wajahnya memanas, pikirannya kacau, dan tanpa sadar ia memalingkan wajah. Nathan menyentuh dagunya, memaksa Angel menatapnya lagi. “Kenapa kau menghindar?” suaranya rendah, sedikit serak. “Apa kau masih menyukaiku?” Angel tertawa kecil, getir dan defensif. “Jangan konyol. Mana mungkin aku masih punya perasaan padamu. Aku… aku sama sekali tidak punya apa pun untukmu.” Nathan mengangkat alis, jelas tak percaya. “Benarkah?” Ia mencondongkan tubuhnya, suaranya menantang. “Kalau begitu, buktikan.” Angel hendak bertanya apa maksudnya, tapi sebelum sempat, Nathan sudah mencium bibirnya. Ciuman itu tiba-tiba, panas, dan penuh emosi yang belum selesai. Mata Angel membulat terkejut. Tanganya mendorong d**a Nathan, berusaha melepaskan diri. Namun Nathan tidak mundur dan semakin lama, perlawanan Angel melemah. Alkohol merayapi tubuhnya, memudarkan pertahanan. Hingga perlahan, ia mulai membalas ciuman itu. Dan begitu ciuman itu dibalas, keduanya tahu tidak ada jalan kembali. Langkah mereka semakin masuk ke dalam kamar hotel. Nathan mendorong tubuh Angel hingga duduk di atas ranjang. Tubuhnya yang memanas, membuatnya melepaskan pakaiannya sendiri. Menampilkan otot perutnya yang seksi. Angel tak menolak saat Nathan menurunkan resleting gaun yang ia kenakan. Tubuhnya direbahkan, ciuman itu kembali membuat dunia mereka memudar. Masa lalu yang begitu menyedihkan tiga tahu lalu itu, seolah tak pernah terjadi. Saat Nathan mulai memasuki tubuh Angel, desahan Angel membuat nuansa kamar itu menjadi lebih panas, romantis dan penuh dengan gairah yang sudah menggila. Gerakan Nathan tidak berhenti, tidak begitu cepat, tapi sangat teratur membuat Angel hampir mencapai klimaksnya sendiri. Nathan mengganti posisi Angel, membalikkan tubuhnya membuat penyatuan mereka lebih dekat, lebih hangat dan penuh dengan desahan yang menggoda. Entah apa yang membuat mereka terjebak dalam malam panas yang menggila ini. Namun, rasa rindu, amarah dan kesal bersatu menjadi satu. Setiap hentakkan seakan meluapkan seluruh perasaan yang sudah lama tenggelam dalam rasa sakit. Angel duduk di pangkuan Nathan, memeluknya dengan erat. Tubuhnya naik turun membuat Nathan menatapnya tanpa mengedip. Saat klimaks mencapai keduanya, mereka saling mengerang lembut. Merasakan perasaan yang mengalir di sela-sela kenikmatan yang sudah lama tak mereka rasakan lagi. Hingga kenikmatan itu membawa mereka ke dalam mimpi yang tak pernah ingin berakhir. *** Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar hotel itu, menyapu lembut wajah Angel yang terlelap. Ia mengerang pelan, memijat pelipis, kepalanya berat, seperti dihantam sesuatu. Lalu ia merasakan sesuatu yang jauh lebih buruk. Angel membuka mata lebar-lebar. Nathan ada di sebelahnya. Tanpa pakaian, selimut hanya menutupi bagian tertentu tubuh mereka. Lengan Nathan setengah memeluk pinggangnya. Angel langsung menjerit kecil. “ASTAGA!” Nathan tersentak bangun, rambut acak-acakan, mata setengah mengantuk. “Apa—Angel? Kenapa kau ada di—” Angel langsung menarik selimut lebih erat ke tubuhnya. “Kenapa Aku ada di sini? Kenapa kita—” Matanya melirik tubuh Nathan, lalu wajahnya sendiri memerah. “Astaga kita telanjang!? Nathan, Kau ap—apa yang kau lakukan padaku!?” Nathan langsung duduk buru-buru, juga menyadari dirinya sama tak berpakaiannya. “Tunggu. Kau yang, Kau yang cium duluan semalam!” “AKU!?” Angel menunjuk diri sendiri dengan tatapan membunuh. “Bukankah Kau duluan yang cium aku! Kau pikir aku sengaja tidur sama mantan yang paling bikin hidupku berantakan?” Nathan balas menatap tajam. “Ya siapa tahu. Kau dari dulu juga keras kepala. Aku aja yang tidak mengerti gimana akhirnya kita—” Ia menghela napas, menatap selimut mereka dengan bingung. “Kita begini.” Angel memutar bola mata. “Jangan percaya diri. Mungkin Kau mabuk dan—dan—” ia tak sanggup menyelesaikan kalimatnya. Nathan menyeringai kecil meski kepalanya pening. “Kalau aku mabuk, Kau juga mabuk. Jadi jangan salahin aku sendiri.” Angel hendak membalas, namun ponselnya berdering kencang di lantai. Angel menegang. Nama yang muncul di layar membuatnya semakin kacau. Ia cepat-cepat meraih ponsel, masih membungkus tubuhnya dengan selimut. “Halo? Iya, iya, aku… aku otw! Tunggu sebentar!” Nathan mengangkat alis. “Siapa? Pacar baru?” Angel mendesis tanpa menatapnya. “Bukan urusanmu.” Ia bergegas turun dari tempat tidur sambil meraih pakaiannya yang tercecer di lantai, gaun yang kusut, bra yang entah bagaimana sampai di meja, dan satu sepatu yang berada dekat kaki Nathan. Nathan yang hanya menutupi pinggangnya dengan selimut turun dari ranjang, ia memungut sepatu itu lalu melempar pelan ke arah Angel. “Nih. Kau lupa.” Angel mendengus. “Terima kasih. Untuk sesuatu yang mungkin Kau rusak malam ini juga.” Nathan mengangkat tangan, frustasi. “Bisakah kita bahas ini baik-baik? Kita mungkin—” “Tidak ada yang perlu dibahas!” potong Angel cepat. “Kita… kita hanya membuat kesalahan. Dan itu tidak akan terjadi lagi.” Ia berkata begitu dengan yakin, tapi tangannya sedikit gemetar saat memasang sepatu. Nathan melihat itu. Ada sesuatu yang menusuk dadanya tanpa ia pahami. Angel menuju pintu dengan napas terengah. “Aku pergi. Jangan hubungi aku. Jangan tanya apa-apa.” Nathan memperhatikan langkah Angel yang terburu-buru. Ia sudah berpakaian lengkap meski rambutnya masih berantakan. Angel mendesis, “Bodoh!” sambil menutup pintu di belakangnya. Pintu tertutup. Keheningan jatuh. Nathan mengusap wajahnya yang kusut, merasakan berat di kepala dan… sesuatu yang lebih pahit di d**a. “Sial.” Ia memandang tempat tidur, bayangan tubuh Angel semalam berkelebat di benaknya. Ia memandang pintu yang baru saja ditutup, merasakan perasaan aneh yang tidak mau ia akui. Nathan memegang dadanya sebentar, alisnya berkerut. “Kenapa rasanya… kayak dia ninggalin aku lagi?” Ia tertawa getir pada dirinya sendiri. “Bodoh. Kita cuma… kesalahan?” Tapi hatinya tidak setuju.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook