Dinna benar-benar disibukkan dengan jadwal yang luar biasa, bahkan dia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Hari ini setelah tadi pagi rapat dengan tim dari sebuah produk perhiasan yang akan menjadikan Dinna sebagai dutanya, sekarang dia sedang berada di sebuah studio kecil yang manajemennya sewa untuk melakukan meet and great dengan para penggemarnya. Semua penggemar sudah bergemuruh di luar menunggu dirinya untuk tampil, sedangkan Dinna masih berkutat dengan riasannya. Sang tukang make up begitu detail merias setiap sudut wajahnya. Tapi Dinna mulai bosan duduk berjam-jam di kursi rias, makanan dan minuman sudah habis dia lahap. Memancungkan bibirnya bosan, tiba-tiba suara dering ponsel berbunyi. Dia ragu-ragu ingin menjawabnya atau tidak melihat yang menel

