Salam Perpisahan

1820 Kata

              Dinna membawa adiknya ke sebuah restaurant jepang, dia memesan sushi kesukaannya dan adiknya memesan Udon. Sambil menyantap makanannya, Dinna melirik adiknya diam-diam. Suasana terasa canggung.  Belanjaan mereka sangat banyak tersusun di atas sofa tempat mereka duduk.             “Kamu masih kesel?” Tanya Dinna             Fendi menelan ludahnya bete, “Siapa yang nggak kesel, dasar tukang ngadu.”             “Gue sama mama ngelakuin itu untuk kebaikan lo, lo lupa kemarin hampir aja lewat? Kalau waktu itu Yono nggak..” Ujar Dinna sambil menunjuk adiknya dengan sumpit. Fendi langsung memotong omongan kakaknya.             “Iya gue tau, tapi itu bukan karena balapan tapi karena berantem.” Jelasnya.             “Apa bedanya? Nanti kalau lo balapan lagi juga akan ketemu deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN