Dinna datang ke lokasi audisi bersama Ratna, dia sungguh gugup. Keringat mulai berkucuran di sekujur tubuhnya. “Tarik napas Din, hu hu.” Ucap Ratna mencoba menenangkan sambil menarik dan mengeluarkan napas memberi contoh “Lo pasti bisa.” Ucapnya yang sudah melihat wajah cemas Dinna sejak tadi. Dinna menatap mata Ratna mencari keyakinan, dia lalu mengangguk. Mengehela napas dalam, dirinya berusaha untuk tenang. Dia harus bisa, dia harus yakin. Sekarang atau tidak sama sekali. Beberapa menit kemudian namanya dipanggil. Dia menoleh menatap Ratna gugup begitupun dengan Ratna. Sampai di dalam ruangan Dinna memberi salam kepada para juri, ada lima orang di sana. Dia mencoba menenangkan dirinya dan fokus. Dinna lalu diberikan naskah yang harus dia mainkan,

