Chapter 10

1041 Kata
Memandangi Mas Fahri tidur adalah salah satu momen favorit ku, setiap pagi aku bangun terlebih dahulu dari pada dia dan menyempatkan diri untuk mengagumi wajah tenang suamiku, karena kalau pas bangun yang ada malah muka jail dan m***m dia yang selalu nampak di depanku. Ku aktifkan ponselku dan memotret wajah suamiku, lalu ku unggah di akun sosial mediaku. 'my favorite morning view, Cuamikku @fahrihamzah'. Tak lama ada beberapa komentar dari temanku, ini tumbenan udah pada bangun semua jam segini. @nesyasya Inget utunnnya Buk jangan sering-sering di jenguk, Kalo bosen sama Ayah nya wkwk @deandraaa_ Gua tunggu foto hot kalian berdua!!! @shasamira Buk dokter ngomel muluk @nesyasya Cek postingan terakhir Pak Bos Fahri kayaknya semalem habis tempur tu @deandraaa_ Aku tertawa membaca komentar mereka dan yang terakhir komentar Shasa membuatku semakin ngakak, karena memang benar sih bisa-bisanya semalam Mas Fahri memposting foto bahu telanjangku yang berselimut, memang tidak terekspose semua sih, namun bisa menandakan kalau kami setelah melakukan ya itu make love. ------ "Kenapa sih Yang, senyum-senyum sendiri?" Tanya Mas Fahri mendongak menatapku karena posisinya sekarang dia lagi bersandar di dadaku menempel di area favoritnya "Hehe, ini lihat komentar Shasa, Dean sama Nesya. Kata Nesya kamu jangan keseringan nengok baby nanti kalau baby bosen ketemu kamu haha." Jawabku sambil mengelus rambutnya "Ya nggaklah, malah baby senang di jenguk Ayah, Ya kan Sayang kayak tadi malem kita main bola, dia aja excited." Kata Mas Fahri sambil mengelus perutku dan ngajak ngobrol baby seperti pagi pagi sebelumnya, kami membiasakan untuk selalu mengajak ngobrol jabang bayi biar baby terbiasa berinteraksi dengan kami "Apaan kamu aja belum tahu baby nya cowok apa cewek, iya kalau cowok, lha kalau cewek masak iya dia main bola?" "Entahlah, firasatku sih baby cowok. Tapi cowok apa cewek aku sih nggak masalah asalkan baby sehat dan Mama nya juga sehat." Massss aku makin cintaaaa sama kamuuu batinku ih gengsi tau kalau aku ucapin ke dia "Iyaa Papa.. tapi sekarang bangun yuk, aku nanti mau ke pasar sama Bunda.." "Hmm masih petang Yang, nanti dulu masih mau nenen." Ucapnya lalu melahap si squisy "Aaahh Sayang jangan digigit ih!! Perih tauu!" "Hehe iya iya maaf habisnya gemesssss ihhh..." "Udahh ah aku mau bangun, nanti nanti mulu malah nggak bakal bangun. Oiya nanti aku pinjam mobil ya biar disopirin Angga." "Iyaaa, bawa ajaa.. nanti aku juga mau motoran sama Ayah." "Lho, kamu nggak kerja?" "Nggak, aku udah ijin bolos sehari. Nggak enak lah ada mertua aku malah kerja. Aku mau balik tidur kalau gitu" Jawabnya lalu tengkurap menenggelamkan wajahnya di bantal. "Aku mau mandi, kalau nanti kamu bangun aku nggak ada berarti aku udah berangkat ya." Teriakku dari dalam kamar mandi "Iya cintaku!!!" Teriaknya ----- Setelah selesai berdandan aku berjalan ke dapur untuk membuat list bahan apa saja yang akan kami beli nantinya, dan ternyata Bunda udah didapur, selalu kalah cepet sama Bunda kalau pagi pagi gini. "Bun, udah bangun dari tadi ya?" "Eh Kak Yasmin, nggak kok. Bunda juga baru keluar kamar, ini lagi nunggu airnya mendidih mau buat teh. Gimana jadi ke pasar?". "Jadi Bun, ini aku mau buat list dulu takutnya kalau ada yang kurang nanti." Sambil mengecek perlengkapan dapur aku ketik di ponselku "Kamu kalau pagi gini, nggak pernah mual Nduk?" Tanya Bunda "Syukurnya nggak sih Bun, malah Mas Fahri kemarin yang mual tiap pagi sampai empat minggu. Kalau aku palingan pas nggak mood maem aja kalau di paksa jadi mual." "Pinter calon cucuku, nggak mau ngrepotin Mama nya. Nanti kalau udah resign kamu jangan terus malas-malasan ya, pokoknya sedikit-sedikit di pakai gerak, ya tapi jangan sampai kecapekan, kalau pagi usahakan dipakai jalan-jalan, ikutan senam ibu hamil itu juga bagus. Apa Mbak Sari kamu ajak ke sini aja, Nduk?" Mbak Sari ini yang bantu-bantu ibu di catering, udah cukup lama sih dari kecilnya Angga malahan jadi kami sudah sangat percaya dengan Mbak Sari. "Terus nanti kalau Mbak Sari aku ajak kesini yang bantu Bunda siapa?" Tanyaku dan yang pasti aku tidak akan membiarkan Bunda sama Tante Ana ngurus catering berdua saja "Ya kan masih ada ponakannya Mbak Sari itu, oiya kamu belum diceritain Bunda ya. Ponakannya Mbak Sari itu habis cerai dan sekarang dia harus cari nafkah sendiri buat dia dan anaknya, Bunda ajak aja bantu-bantu Catering ya sedikit membantu Bunda dan Tante, jadi punya 2 tenaga sekarang." "Duh kasihan ya Bun. Ya nanti aja deh aku pikir-pikir dulu sama diskusi ke Mas Fahri, lagian aku juga masih sanggup kok ngurus rumah." "Iyaaa, yang penting kamu jangan sampai kelelahan Nduk. Kamu bangunin adekmu dulu, kalau nggak dibangunin malah nanti kesiangan." ------ Masakan hari ini sudah selesai, siang ini hanya aku sama Bunda yang di rumah, tadi Angga dijemput temannya keluar entah kemana, Ayah dan Mas Fahri masih motoran bareng clubnya Mas Fahri. Mungkin sore nanti baru pulang, sambil nunggu yang lain datang aku dan Bunda berbincang-bincang di kamarku sampai kami tertidur lebih tepatnya aku sih yang tertidur di pelukan Bunda, meskipun aku sudah bersuami dari awal aku sudah bilang ke Mas Fahri kalau aku selalu minta waktu buat bareng Bunda , ya untuk girls time lah entah itu untuk memasak bareng, untuk ajang curhatku atau seperti saat ini tidur bareng dan Mas Fahri memahami itu selain itu dia juga bisa untuk menghabiskan waktu bersama Ayah apalagi mereka satu hobi. ------ Deandraa : Yas, nggak pengen foto hamil sama suami? Kalau mau gua kirimin baju di butik sama lingerie juga deh, biar makin hotttttzzz Yasmine : Foto apaan dah? Boleh deh kalau Lo mau ngirimin gua baju hamil, oiya btw gua bulan ini belum bisa ke butik nih. Sekalian aja bulan depan ya nunggu gua resign. Deandra : Lo pake gituan foto sama si boszz trus Lo tag di brand kita, behh mantap kan.. iya gapapaa santai aja, biasanya juga Lo cuma kontrol dari rumah aja keuangan aman. Yasmine : Gila Lo De! Yang ada nggak jadi foto malah gua dikurung seharian sama dia di kamar. Mana boleh gua foto buat model kalau foto buat model yang tertutup aja ih. Kalau yang kek gitu buat dia aja khususon di kamar wkwk Deandra : Yaudah gapapa deh nanti gua paketin, kita atur jadwal aja sama Nesya, sehat-sehat ya Bumil.. jangan kecapekan terus juga jangan keseringan main sama Pak Boszz nanti kalau anak Lo ngambek bosen dijenguk Papanya muluk wkwk.  Yasmine : Dasar Rese! Iyaa thank you De, salam peluk cium buat Baby Mo, btw gua kangen bangetttt ❤️❤️❤️
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN