Suasana magis yang tercipta, antara Rima dan Hendra, dipecahkan dengan kedatangan bi Parti membawa kopi, yang diminta Hendra. Setelah bi Parti meletakkan kopi tersebut, di atas meja dan ia berbalik kembali masuk ke dalam. Rima mempersilakan kepada Hendra untuk minum kopinya. Mata Hendra melotot ke arah Rima "Tega sekali kau!, lihatlah air kopi itu masih mengepul, masih panas sekali. Apakah kau ingin membuat lidahku terbakar?" "Aku lebih suka dibakar gairah bersama denganmu, Rima!, bagaimana, kalau setelah kesibukkan di perusahaan selesai. Kita berdua pergi ke tempat wisata. Aku ingin kau mengenal diriku lebih banyak lagi." Rima mencibirkan bibirnya ke arah Hendra, "Pergi bersama denganmu, hanya akan membuatku makan hati saja. Nanti, ketika kita sedang duduk berdua di tempat umum, aka

