Rudi terdiam di ujung sambungan telepon, ia bimbang antara memilih Rima ataukah mona. Bagaimana ini?, kenapa semua menjadi rumit seperti ini?, kenapa Rima harus memaksakan hubungan yang lebih dari sekedar hubungan teman biasa? dan mengapa juga ia menjadi tergoda, untuk melepaskan Mona dan menjadikan Rima sebagai satu-satunya yang ada di dalam hatinya. “Halo, Rudi!, kenapa kamu diam saja?, dengan diammu ini, aku menjadi mengerti, kalau kamu tidak mungkin menjadikan diriku sebagai milikmu. Aku mengerti, kok. Aku bisa apa, kalau kau tidak mau. Cinta tidak mungkin dipaksakan!. Aku tidak bisa memaksa dirimu untuk merasakan, seperti apa yang kurasakan.” Sambungan telepon pun diputus oleh Rima, begitu saja, setelah ia mengatakan isi hatinya dengan perasaan sedih. Begitu sambungan telepon sudah

