Rudi berbalik menghadap Mona, matanya melotot dan dengan nada suara yang dingin, ia pun berkata, “Tidak bisakah kau menunggu kita masuk ke dalam rumah dahulu. Dan tunggu kondisi badanku sudah segar, kalau kau ingin membuat tuduhan kepadaku.” Tidak mempedulikan istrinya lagi, Rudi saja masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mereka berdua. Ia masuk ke dalam kamar mandi dan membiarkan air dingin membasahi kepalanya. Ia tahu, tingkahnya tadi keterlaluan kepada Mona, hanya saja ia tidak mau istrinya itu terlalu mendesak dirinya dan membuat ia menjadi naik darah. Kondisi tubuhnya yang lelah, setelah bekerja seharian, membuatnya gampang tersulut emosi, terlebih lagi, Mona tadi menyebut nama Rima. Itu sama saja dengan menjadi memantik kemarahannya. Ia tidak mau ada yang menjelekkan Rima dan me

