Rudi memejamkan kedua matanya, dadanya naik turun dan napasnya menderu dengan cepat. Dalam hatinya ia berhitung sampai 10, berharap agar kemarahannya reda. Ia pun membuka matanya dengan perlahan dan dilihatnya wajah Mona, yang basah dengan air mata. “Kau tahu Mona!, rasa cemburumu yang berlebihan itu justru hanya membuat dirimu berada dalam masalah saja.” “Kau selalu dihantui oleh rasa tidak percaya kepadaku!, melihat aku duduk bersama dengan wanita, tidak peduli apakah itu rekan kerjaku dan kami sedang membicarakan bisnis, ataukah aku sedang duduk bersama dengan orang lain, yang kebetulan saja wanita, maka kau juga akan cemburu.” “Apakah kau akan memintaku untuk berhenti bekerja dan di rumah saja?, karena sekarang kau sudah bekerja dan akan memegang uang sendiri. Aku akan membuat sura

