Rima menjauhkan ponselnya dan menatap layarnya dengan rasa tidak percaya. “Astaga, si Rudi cemburu berat. Sayangnya ia masih enggan mengakui, kalau ia itu sebenarnya menyukaiku.” “Halo Rima!, kamu masih di sana, ‘kan?, kenapa diam saja?. Tolong jangan buat aku semakin cemas dong!” Senyum Rima semakin lebar, "Asyik!, Rudi makin kelabakan nih!. Ia pasti memikirkan diriku terus sepanjang malam ini. Sebaiknya, aku pura-pura saja pingsan. Kira-kira, apa yang akan dilakukannya, ya?” bisik hati Rima jahil. “Maaf, Rudi, kepalaku pusing banget. Aduh!, aku sudah tidak tahan lagi!” Ia pun dengan sengaja menjatuhkan gelas yang ada di samping mejanya, hingga terjatuh dan menimbulkan bunyi yang nyaring. Ponselnya pun ia jatuhkan di atas tempat tidur dan dibiarkannya tetap menyala. Ia hanya tersenyu

