Rudi berteriak dengan nyaring, ia merasa cemburu kepada Hendra yang bisa dengan nyamannya di rawat oleh Rima. “Sialan sekali Hendra ini! awas saja, aku tidak akan tinggal diam saja. Akan kubalas dia, biar Hendra tahu berhadapan dengan siapa.” Suara teriakannya ternyata terdengar sampai ke luar dan membuat salah seorang stafnya menjadi khawatir. “Pak Rudi! bapak baik-baik saja, ‘kan?” tanya suara dari balik pintu ruangan Rudi. Dengan nada keras Rudi pun menyahut, “Saya tidak papa, lanjutkan saja pekerjaanmu dan usah kamu hiraukan, apabila mendengar suara-suara. Anggap saja, kamu tidak mendengar apapun juga.” Didengar Rudi suara langkah kaki menjauh dari pintu ruangannya. Rudi pun menarik napas lega, ia lalu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di ruangannya.

