Rima tertegun menerima lamaran dadakan dari Hendra. Tiada kata lain, ia harus menolaknya, karena ia belum berhasil membalaskan dendamnya kepada Rudi. Cintanya, tidak usah dipikirkan. Ia yakin setelah semuanya selesai, barulah ia akan memikirkan urusan percintaannya. “Maafkan aku, Hendra. Aku tidak bisa menerima lamaranmu. Aku sudah memilih Rudi untuk menjadi pasanganku saat ini. Dan, aku tidak akan mengubah keputusanku untuk tetap bersama dengan Rudi.” Hendra bangkit dari berjongkoknya dan melihat ke arah Rima dengan pandangan kecewa, “Di saat aku memutuskan untuk setia pada satu wanita, aku justru mendapatkan kekecewaan. Mungkin ini balasan untuk perbuatanku, yang selama ini hanya memberikan harapan saja.” Rima tersenyum ke arah Hendra, “Baguslah, kalau kau memang sudah menyadari aki

