"Kembalikan!" Sentak Ali mencoba meraih benda yang Prilly rampas begitu saja saat dia hendak menyesap benda itu. Tatapannya memerah, terlihat frustasi di balik penampilannya yang kacau. Bukannya menuruti apa yang Ali katakan, Prilly justru membuang benda itu keluar hingga terkena derasnya hujan dan dia tidak peduli akan itu. Dia menangis melihat Ali yang membenturkan keningnya ke setir dengan kedua tangan menarik rambutnya. Tak tinggal diam, dia memeluk tubuh rapuh itu yang terlihat semakin berisi. "Ali, sadar..." Gumamnya memeluk tubuh Ali dari samping. Lelaki itu kini terdiam namun terus mengerang memegangi lehernya. Bibirnya semakin memutih dan mengering. Wajahnya juga memerah seperti tengah tersiksa. "Sadar, Li... jangan rusak diri kamu sendiri...," gumaman yang terdengar lirih perl

