Epilog

2356 Kata

"Keguguran?" gumam Riko dengan tatapan kosong setelah mendengar ucapan Denis yang mampu membuat dadanya sesak. Keguguran. Renata... perempuan itu keguguran. Anak yang tak dia harapkan telah tiada tanpa harus dia susah payah untuk melenyapkannya. Hanya karena dorongannya, anak itu tiada. Detik selanjutnya yang terjadi adalah, dia tersenyum puas dan menatap Denis bangga. "Jadi, anak itu sudah tiada?" Denis mengangguk dan tersenyum getir melihat betapa bodohnya Kakaknya itu. "Selamat, kamu sudah jadi lelaki paling b******k untuk Renata." Riko menipiskan bibirnya dan menatap Denis tajam. "Apa maksudmu? Ini justru yang terbaik untuk Renata. Dengan tidak adanya anak itu, memudahkanku mendapatkan Renata dan memilikinya selamanya." Senyum misterius tercetak jelas di bibir ranum Riko. Namun,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN