| Extra Part • 2 |

2665 Kata

Renata beringsut menjauh dari Riko. Dia berdiri dari duduknya dan berdiri di depan Riko yang masih duduk di kursi taman lalu satu tangannya bergerak menampar pipi kanan Riko dengan sangat kerasnya hingga terlihat kemerahan di pipi Riko. Dia tak perduli dengan ringisan yang Riko keluarkan. Tangis tak bisa dia tahan. Dia benar-benar kecewa dan... sakit hati! Renata menepis kasar tangan Riko yang menggenggam tangannya. Dia benar-benar muak. "Re, ini demi kebaikan kamu dan...." "Ini adalah demi keberhasilan rencanamu dan nenekku! Bukan demi kebaikanku!" Pekik Renata disela tangisnya. Riko mengerang. Dia berdiri dan menatap lekat wajah Renata yang basah oleh air mata. Tangannya bergerak menggenggam tangan Renata, meski ditepis, dia kembali menggenggam dengan erat hingga Renata tak lagi mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN