31

1139 Kata

Yuki menangis sambil memeluk sang putra. Putranya menatap Yuki dengan tatapan sayu, seolah paham akan perasaan ibunya. Bahkan tangan kecil putra Yuki yang begitu mirip dengan Al tak tentu mengusap air mata ibunya.  Yuki tambah terisak mendapatkan perlakuan manis dari anaknya.  "Kamu adalah penyemangat Bunda sayang." Ucap Yuki, dibalas senyum manis oleh anaknya.        Mata Yuki terlihat membengkak, hidunnya merah bahkan bantal yang ia gunakan untuk menopang kepala ikut basah karena lelehan air matanya. Bertahun-tahun ia hidup bersama Al dan keluarga kecilnya baru kali ini Yuki menangis karena sakit hati.  Semua itu terjadi karena Al, semalam adalah Puncak kemarahan Yuki pada Al. Tadi malam Yuki sangat membutuhkan Al begitu juga dengan anak mereka yang sedang tak enak badan. Seharusn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN