32

1129 Kata

Al memandang ke arah luar dari balik jendela besar yang terpasang di kamar megahnya. Hawa dingin menusuk tulang-tulang kering, sedikit membuat tubuh rapuhnya menggigil. Di sana terlihat ribuan liter air hujan turun membasahi seisi bumi, hanya mereka yang memiliki naluri dan akal yang mampu berteduh dari derasnya hujan yang mengguyur. Jika bagi sebagian orang hujan membawa hawa sedih maka tidak bagi Al. Meski saat ini dirinya sedang berdiri sendiri, senyuman manis Al tak luntur. Ketika mereka menyembunyikan tangis dalam hujan, maka tidak dengan Al. Al tidak akan pernah menyembunyikan tangisnya dalam hujan. Baginya hujan adalah teman, baginya hujan adalah pengungkap kasih sayang. Karena hujan, ia mengenal orang yang sangat berarti di dalam hidupnya.  Berlahan Al menyesap kopi yang masih me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN