Beberapa saat setelah Theo pergi bersama Yas, pikiran Elang yang tadinya terhasut oleh kepanikan, akhirnya kembali tertata. Ia berjalan cepat menuju ke kamar. Pandangannya segera terfokus pada sudut ranjang yang berbatasan dengan dinding. Tempat di mana ia meletakkan handphone terakhir kali. Syukurlah benda itu masih aman pada tempat semula. Hanya tergeser sedikit karena pergerakan bawah sadar darinya dan Theo saat tidur tadi. Elang segera mencari nomor Oom Junot dan menghubunginya. Cukup lama nada sambung berbunyi. Bisa dimaklumi karena tengah malam begini orang-orang pasti sedang tertidur lelap. Panggilan pertama gagal, Elang mencoba lagi. Elang kembali menunggu sampai akhirnya panggilan itu dijawab oleh yang bersangkutan. "Kenapa, Lang?" Suara Oom Junot terdengar sera

