Theo tiba-tiba masuk ke kamar ini. "Yas, lo tadi pasti nyari bahan makanan, kan? Hehe, kemarin Rega emang bilang ke gue sama Elang buat belanja. Soalnya dia nggak kebiasaan makan di rumah. Sayang, gue sama Elang terlalu males keluar. Jadilah, kita makan mie instan doang. Sini duitnya, biar gue belanjain." Tak kunjung ada jawaban dari sang Kakak. Yas bahkan tak menoleh sedikitpun padanya. Padahal sudah jelas-jelas lelaki itu sedang berdiri di depan nakas. Seharusnya ia segera merespon penjelasan panjang lebar dari Theo. "Yo, buruan!" seru Elang dari luar. Theo tak menghiraukan seruan Elang. Ia lebih fokus pada Yas. Theo mulai melangkah mendekatinya. "Yas!" Theo meraih pundak Yas dari belakang. Hal itu berhasil membuat Yas berbalik menghadapnya. "L-lo

