Theo mengamati Elang yang baru saja keluar dari kamar mandi. Theo bisa melihat kedua mata kakaknya yang bengkak, dan juga wajahnya sembab. Tak peduli bahwa Elang sudah membasuh muka, semua tetap terlihat jelas. Selama ini mereka menganggap Papa bunuh diri untuk lari dari tanggung jawab. Tapi ... Zidan ternyata tetaplah otak di balik semuanya. Zidan dengan kejam telah menghilangkan nyawa ayah mereka. Zidan benar-benar memiliki rencana yang detail dan matang serta niat yang kuat untuk membunuh mereka sekeluarga secara perlahan-lahan. Theo juga sedih setelah mengetahui fakta tentang Papa. Tapi ... ia tahu bahwa Elang jauh lebih terpukul dengan semuanya. "Tidur sono! Udah jam setengah satu ini!" perintah Elang sembari membaringkan diri di sofa panjang. Ia sengaja membua

