Bu Alila cepat-cepat keluar dari kelas, tepat setelah bel istirahat. Ia harus buru-buru karena tidak ingin membuang waktu. Ia berlari menuju kantor guru untuk mengambil rantang bersisi makan siang Yas. Kebiasaan baru itu sangat ia nikmati. Sudah ada perkembangan pesat dalam penjajakannya mendekati Yas. Jadi, hal itu harus senantiasa dimanfaatkan dengan baik. Ia harus rajin melakukannya, sehingga hati Yas akan segera benar-benar tertambat padanya. "Bu Al, tolong pegangin ini sebentar!" pinta salah seorang guru senior. Ia ingin Bu Alila memegangkan ujung taplak mejanya. Bu Alila ingin menolak, tapi takut. Ia akhirnya menurut. Ia memegang ujung taplak meja yang bersangkutan. Guru senior itu segera berlutut di lantai, kemudian menenggelamkan dirinya dalam kolong m

