Oom Junot mengeratkan genggamannya pada jemari Tante Keke, kala melihat kedua mata wanita itu mulai bergerak. Perlahan kedua manik itu terbuka. Sebuah senyuman tercipta di wajah Oom Junot. Sebuah perwujudan rasa bahagia dan syukur. "Tolong panggilin dokter!" serunya pada Theo, karena memang hanya anak itu yang menemaninya sekarang. Elang pergi untuk menemani Yas di kamarnya. "Dad," ucap Tante Keke seraya meremas jemari suaminya. "Jangan!" Karena ucapan Tante Keke itu, Theo menghentikan langkahnya. Oom Junot segera menanggapi ucapan istrinya. "Tapi tadi dokter bilang, kalo kamu udah sadar, kita harus panggil mereka buat meriksa kondisi kamu lagi." "A-aku nggak apa-apa. Nami ...." "Sst ... kamu jangan mikirin yang aneh-aneh dulu, oke!" Oom Junot menenangkan

