Tawa mereka seketika terhenti saat seseorang membuka pintu kamar ini. Lintang berdiri di sana, menuntut sebuah penjelasan. "M-Mas Lintang!" Dion tergagap menyerukan nama kakaknya. Bianca yang tadinya berbaring miring di samping putrinya, segera duduk. Tak ingin Lintang semakin salah paham. Bianca menunduk, salah tingkah, malu, tak enak, semua melebur menjadi satu. "Siapa dia, Yon? Ngapain dia di sini tengah malem begini?" Lintang berjalan mendekat. "Dan siapa bayi ini? Jangan bilang kalo kamu ... eh, tunggu!" Lintang memperhatikan bayi sehat yang sudah tertidur pulas itu. Ia tahu benar siapa bayi ini. Ia mengenalnya dengan sangat baik. Ya Tuhan, ia tadi bahkan sempat mengira bahwa selama ini Dion menjalin hubungan terlarang dengan wanita itu, dan sudah memiliki

