Elang terbangun karena suara rintihan samar dari arah samping. Matanya terbuka, mendapati ternyata Theo-lah yang tengah membuat suara-suara itu. Elang menendang selimutnya dengan brutal, menjadikan benda malang itu terlempar sampai jatuh ke lantai. Sungguh, ia sendiri juga lelah. Ia ingin tidur dengan tenang. Tidak bisakah Theo diam? Elang dengan berat hati beranjak dari ranjang tercinta. Ia menghampiri Theo untuk memastikan apa yang terjadi. Mata Theo terpejam rapat. Wajahnya terlihat gelisah dan dipenuhi keringat. "Yo!" Elang mengguncangkan lengan Theo pelan. Theo bergeming. Jadi, bisa dipastikan bahwa anak ini tidur lelap. Ia melenguh seperti itu di bawah alam sadarnya. "Yo!" Elang mengguncangkan lengan Theo sekali lagi. Kali ini sedikit lebih keras. Dan usahanya

