Satu Kekurangan

2054 Kata

    One fine day in 2025.     Seorang gadis kecil menyelinap ke dalam salah satu kamar. Kamar itu adalah kamar utama di rumah besar ini. Kamar Ayah dan Bundanya.     Namira mengendap-endap mendekati ranjang king size di bagian tengah ruangan, tempat di mana Yas masih tertidur pulas saat ini. Lelaki itu tidur dengan posisi tengkurap, bertelanjang d**a.     "Yah!" bisik Namira pada telinga Yas. Lelaki itu mengernyit sedikit. Namira mengulangi bisikannya. "Ayah, tharapan dulu!"     Tak ada perubahan berarti. Namira maklum sebenarnya kalau Yas selalu bangun kesiangan. Karena setiap hari ia harus mengurus LUAlounge dari sore sampai malam. Ayahnya itu memang sudah mirip dengan kelelawar. Aktif di malam hari, hibernasi di siang hari.     Namira memetik jari, matanya mengerling karena menemuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN