Oom Junot segera menekan tombol emergency. Meskipun belum membuka mata, namun ia yakin bahwa jari-jari Yas barusaja bergerak. Dokter Sultan dan tim medis yang lain berdatangan. Oom Junot segera keluar, bergabung dengan yang lain, menunggu sampai Dokter Sultan selesai memeriksa kondisi keponakannya. Dokter Sultan keluar dari ICU dengan wajah berseri-seri. Hal itu disambut hangat oleh semua orang. "Syukurlah, dia memang udah sadar. Hanya karena pengaruh obat penenang, makanya sekarang dia kembali tertidur. Respon terhadap rangsang juga sudah bagus. Semua organ vital kembali berfungsi dengan baik, termasuk paru-parunya." Ungkapan rasa syukur terdengar saling bersahutan. "Dia sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat, tapi saat ini belum ada kamar yang kosong. Nan

